58. Hari Bersejarah

1433 Kata

"Boy!" panggilku ketika turun dari mobil. Tampak dia yang sedang berada dalam gendongan seorang perempuan. "Papa Dem!" Anak itu melepas diri segera, lalu berlari ke arahku. "Boy!" Aku memeluknya, mengangkat tubuhnya ke atas. Menaikturunkan sembari menciumi pipinya dengan gemas. "Deli, Pa. Deli, ih!" jeritnya. "Geli? Mau lagi? Papa cium lagi, ya?" Aku kembali menciumnya. Boy semakin keras tertawa. "Papa, udah ... wisuda?" tanyanya kemudian. "Iya, Papa wisuda. Nih, topinya," tunjukku. "Telen," ujar Boy sambil memberikan jempol tangannya. "Keren, dong," timpalku. "Kamu James?" tanya perempuan di depanku. "Iya." Aku menganggukkan kepala. Tanpa kusadari Maudy dan Emak pun sudah berada di belakangku. Saking terhanyutnya kangen-kangenan sama Boy ini mah. Hahaha. "Hai, Ta." Agak terke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN