59. Perpisahan

1643 Kata

"Enak enggak sayur bayam masakan Emak?" "Enak, Mak!" sahut Boy sambil mengacungkan jempol. Aku yang sedang berselancar di media daring hanya bisa tertawa melihat keakraban antara Boy dan Emak. Padahal baru tiga hari mereka bersama, tapi bisa dengan mudahnya dekat. "Assalamualaikum." "Waalaikumsalam." Aku dan Emak menyahut bersamaan. Ternyata Faris yang datang. Dia masuk ke dalam rumah, langsung mencium tangan Emak. "Apa kabar, Emak-nya Jamal?" tanya Faris. Ebuset, berani bener dia nyebut nama gue. Ngeledek nih anak. "Alhamdulillah, baik. Faris kenapa baru ke sini?" ujar Emak. "Kemarin Faris sibuk, Mak. Saudara dari Solo sengaja berkunjung ke rumah, Bapak undang mereka buat selamatan bersama atas kelulusan Faris," ucap Faris bangga. "Belagu, lo! Bikin skripsi aja ketar-ketir. Kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN