"Ini, akta lahir ... anak saya." Maudy membuka map biru di tangannya, lalu menyimpan di atas tikar. Aku meraihnya, membaca dengan teliti. "Jadi, nama asli Boy itu Arshaka Zayn Mahendra?" tukas Faris. Aku menoleh, mengusap telinga. "Lo, jauhan dikit napa?" bisikku kesal pada lelaki di sebelahku. "Gue 'kan pengen lihat, Jem," sahut Faris. Aku hanya berdecak sebal, lalu melanjutkan membaca tulisan di atas kertas. "Sebenarnya, Mahendra itu nama ayahnya. Sayang, kami menikah siri. Jadi saya tidak bisa mencantumkan nama lelaki itu di kertas ini," ucap Maudy dengan raut kecewa. "Jadi usianya dua tahun bulan ini?" tanyaku. "Iya. Tanggal dua puluh bulan ini usianya tepat dua tahun," jawab Maudy. "Berarti kita kecepetan rayain ulang tahun Boy, James," tukas Faris lagi. "Oya? Kalian rayain

