47. Kepulangan Boy

1309 Kata

"Pa, ain ola, Pa. Yu," ajak Boy, menarik tangan kananku. "Eh, tunggu bentar." Hampir saja aku terjatuh karena kewalahan. Beruntung aku cepat berdiri. "Ke sini sama siapa?" tanyaku. "Tuh, Enda," tunjuknya, ke arah mobil putih yang terparkir di pinggiran taman. "Ketemu Bunda dulu, ya," ujarku akhirnya. "Ote!" Boy menyahut. Aku mengusap puncak kepalanya, lalu mengajaknya melangkah dengan satu tangan yang masih dipegangnya. Kayaknya Boy beneran kangen sama gue. Baru kali ini ngerasa seneng karena berasa jadi sosok yang dirindukan. Hahaha. Tiga meter lagi, hampir sampai di mobil itu. Pintu terbuka, dan sosok perempuan berpakaian ala wanita kantoran pun keluar. "Mbak Maudy, apa kabar?" sapaku. "Baik. Kamu sendiri, gimana?" tanyanya balik. "Baik," sahutku diakhiri senyum tipis. "Meski

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN