"Papa! Ain ola, Pa!" teriak Boy. "Oke, Papa tendang bolanya. Siap, ya!" Kusepak bola di bawah kaki, tidak terlalu keras pastinya. Boy tertawa dan berlari mengejar bola itu. Hingga kemudian setelah beberapa menit berlalu, datang seorang anak lelaki berusia lima tahunan menghampirinya. "Main sama aku, yuk!" ajak anak itu. "Ote!" sahut Boy senang. Akhirnya aku memilih duduk di bangku taman sambil memperhatikan Boy yang asyik bermain bersama teman barunya. "Jadi suka ajak main Boy ke sini?" Aku menoleh. "Mbak Maudy?" Cukup terkejut melihat kedatangannya. "Maaf, saya pikir hari ini Mbak Maudy enggak ke rumah lagi. Jadi saya ajak Bo ... Shaka ke sini." "Tidak apa," sahutnya, lalu duduk di sampingku. "Minum?" Dia memberikan sebotol kopi dingin padaku. "Terima kasih," ujarku sembari mene

