44. Keputusan James

1316 Kata

"Parah lo, James. Udah enggak tau rumahnya, enggak minta nomor hapenya. Ah, kelewatan lo!" umpat Faris di tengah perjalanan pulang menuju rumahku. "Lo diem bisa enggak, Ris?" Aku menyahut kesal. "Kagak bisa. Gue mikirin Boy terus. Lo enggak bisa gini, James. Lo harus bertindak. Dia yang udah tinggalin si Boy waktu bayi, sekarang udah gede dengan gampangnya mau ambil lagi. Itu namanya perempuan yang enggak punya hati nurani, enggak punya naluri, enggak berperikeibuan," umpat Faris berapi-api. Aku bisa melihat wajah kesalnya itu dari kaca spion. Motor berhenti karena lampu merah menyala. "Lo bilangin sama dia, enggak usah bawa Boy segala. Toh, Boy udah bahagia hidup sama elo. Lo bisa urus Boy sendirian tanpa dia. Boy juga enggak pernah sakit sampe harus dirawat segala selama lo yang uru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN