"Gud bay, James!" "Bye, Faris!" Kutatap sosok itu hingga dia melajukan motornya, lalu menghilang di perempatan sana. "Pulang, James?" sapa Bang Juki ketika aku berbalik. "Iya, Bang. Yuk, ah!" "Yok, silakan," sahut lelaki berperawakan tinggi kurus itu. Aku melangkah menyusuri gang. Saat memasuki halaman, beberapa anak berlarian. Saling mengejar sambil berteriak, ada juga yang tertawa. "Om James!" sapa Syahid yang sedang mengendarai sepedanya. "Hai, Syahid. Hati-hati naik sepedanya, jangan kenceng-kenceng," peringatku. "Oke, Om!" sahutnya. Namun, tetap saja. Dia menggowes sepedanya dengan cepat. Akhirnya aku hanya bisa menggelengkan kepala. Kulanjutkan langkah menuju rumah. Tampak Teh Nurul sedang mengangkat jemuran pakaian. "Baru pulang, James?" Teh Nurul bertanya ketika melihat

