"James!" Aku yang sedang mengaitkan hanger ke gantungan baju menoleh seketika. "Hai," sapaku padaku Liana. "James, berhasil, James!" teriak Liana lagi setelah berdiri di depanku. "Apanya yang berhasil?" Faris datang menghampiri kami. "Kalian berhasil!" Liana menatap aku dan Faris bergantian, lalu mengeluarkan laptop dari dalam tas-nya. "Sini, ayo!" ajaknya. Aku dan Faris mengikutinya ke arah meja. "Tara, kalian sekarang punya merek sendiri!" seru Liana setelah membuka laptopnya. Aku dan Faris mendekat, menatap seksama layarnya. "Beneran kamu daftarin merek dagang kita?" tanyaku. "Iya, dong. Sekarang kalian punya brand sendiri. Lebih berkelas," sahut Liana. Aku berdiri tegak, menoleh ke arah samping. "Kita punya merek sendiri, Pak CEO," ujarku pada Faris. Faris yang masih tampak

