"Pa, laper, Pa," rengek Boy yang tiba-tiba menghampiriku. "Bentar. Papa masih hitung belanjaan," sahutku. "Eh, ini Boy itu, ya? Yang di poster itu? Wah, ganteng banget sih, kamu!" Ibu itu mencubit gemas pipi Boy. "Terima kasih, Tante." Ekspresi anak itu berubah seketika. "Mas masih muda, tapi udah punya anak segede gini, sih?" Kini si Ibu terlihat penasaran, melihat aku dan Boy secara bergantian. "Biasa. Nikah muda, Bu," sahutku cepat. Udah biasa kasih jawaban gitu. Anehnya, orang-orang percaya aja. "Oh. Mamanya ke mana sekarang?" tanya si Ibu lagi. "Bunda udah punya Papa baru, orang bule. Boy ikut ke sana, mereka nikah di Bali," ujar Boy. "Bali? Wah, keren. Terus kenapa enggak milih tinggal di sana? Bali 'kan enak." "Enggak, ah. Boy bosen kalo tinggal sama Bunda lama-lama. Apalag

