"James! James!" Faris berteriak sambil menggedor pintu. Aku yang sedang menyikat gigi, terpaksa membuka pintu kamar mandi. "Hm," sahutku. Untung sudah pakai celana pendek dan kaos singlet. "Ada yang beli lagi lima baju!" Dia memberi unjuk lima jari tangan kanannya. "Ya udah, kayak biasa lo tanyain mau model sama warna mana?" Mau tak mau aku lepas sikat gigi dari mulut. "Terus tanya alamat, kasih nomor rekening. Bilangin barang dikirim sesudah pembayaran dikonfirmasi," terangku panjang lebar. Bagus aja nih busa pasta gigi enggak berlompatan dari mulut. Parahnya orang di depanku malah cengengesan aja. "Oke!" Akhirnya Faris berseru sembari melangkah meninggalkan kamar mandi. Nah, dia tuh, CEO yang kagak patut dijadikan tokoh utama di novel-novel percintaan yang sedang booming belakangan

