"James!" "Sompreto! Bikin kaget gue aja lo! Untung jantung gue sehat," omelku pada Faris. "Gue panggil nama elo udah lebih dari tiga kali. Kata orang, kalo panggil nama orang udah lebih dari tiga kali itu artinya dia lagi enggak ada." "Itu kalo lo bertamu ke rumah orang, Pe-A!" sungutku. "Hehehe. I'm so sorry, maaf, nyuwun pangapunteun." Faris merapatkan kedua telapak tangannya di d**a. Aku mengembuskan napas kesal, menyimpan buku di atas meja. Lalu menahan bagian belakang kepala di atas sandaran kursi. "Lagian lo kenapa ngelamun? Buku di tangan, tapi mata kayak yang ke mana gitu. Gue 'kan takut jadinya," tukas Faris. Aku terdiam selama beberapa detik. Sampai akhir kuputuskan untuk bertanya pada Faris. "Ris, lo pernah enggak, ngasih sesuatu sama orang tapi ternyata lo pengen minta i

