16. Boy?!

1138 Kata

Plak. "Aww!" Seketika aku membuka mata. Mengusap pipi yang terkena tepukan dahsyat dari tangan Boy. Padahal masih bocah, tapi itu pukulannya perih banget, dah!" "Papa, yaya." "Iya, bentaran. Gue bikinin lo s**u," ucapku dengan suara serak. "Ihihi." Dia tersenyum memperlihatkan giginya. Aku bangkit, berjalan menuju arah meja kompor. Berniat merebus sedikit air untuk menyeduh s**u. "Lah, kok enggak nyala, Boy." Aku berjongkok, menatap sumbu kompor. "Elah, gas-nya abis, Boy!" "Hik, hik, hik." Bayi itu kini merengek. "Iya, bentar. Kita minta air panas sama Teh Nurul." Segera aku meraih dot yang sudah kuisi dengan s**u bubuk, lalu keluar dari rumah. "Teh, udah bangun belum?" ucapku setelah mengetuk pintu rumahnya tiga kali. "Ada apa, James?" Teh Nurul membuka pintu dengan wajah yang ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN