Boy!!! Baru juga tiga hari kita bersama. Kenapa bencana ini datang dengan tiba-tiba untuk memisahkan kita? "Bang James!" "Iya, Neng." "Abang kenapa?" Aku menurunkan kedua telapak tangan di wajah, yang entah sejak kapan kugunakan untuk menutup kedua mata ini. "Boy ... mana?" tanyaku panik, melihatnya tidak ada di tempat jatuh tadi. "Itu. Dia bangun sendiri, trus lari ke penjual bakpau," tunjuk Sari. Aku menggeser pandangan. Ya Salam, beneran ternyata. Dia lagi berdiri di depan gerobak penjual bakpau hangat. Udah pinter jajan tuh anak! "Trus, motornya ke mana?" Aku menatap jauh ke arah sana. "Motor? Motor yang mana? Ada juga tadi mah motornya udah belok ke gang itu," tunjuk Sari lagi. Akhirnya, aku hanya bisa mengembuskan napas sembari mengusap d**a. "Bang," panggil Sari. "Bentar

