"Anda yang bernama Jamaludin?" tanya lelaki berkaca mata di depanku. "Iya, Pak. Saya Jamaludin." Aku menjawab dengan nada ramah dan sopan. Lelaki itu membaca kertas CV di tangannya. "Jadi kamu di Jakarta ini sedang kuliah dan tinggal sendirian?" "Iya, Pak," jawabku mantap. "Kisah kamu ini, mengingatkan saya pada seseorang," ujar kepala HRD tersebut. "Siapa itu?" tanyaku ragu. Ingin tahu siapa dia tapi juga merasa tak sopan karena sudah bertanya. Takut disangka sok kepo. "Saya sendiri," sahutnya, seraya menyimpan kertas di atas map, lalu melepas kaca matanya. "Dua puluh lima tahun yang lalu, ketika saya seusiamu, saya juga memutuskan untuk bekerja sambil kuliah," tuturnya, menyandarkan punggung dengan pandangan menerawang ke atas sana. Aku menatapnya tanpa berkedip. "Saya juga tingg

