12. Dilema Lagi

1389 Kata

"Ya, Salam. Boy!" Aku berlari secepat kilat, ketika melihatnya sedang menumpah-numpahkan s**u di atas buku. Jelas saja bayi itu terkejut. Seperti biasa, dia tidak menangis. Hanya berceloteh riang gembira, seolah tidak terjadi apa-apa. "Haduh, padahal cuma ditinggal kencing, doang." Aku meratap iba pada buku mata kuliah yang terkena cipratan air s**u. "Kalo udah kenyang, udah. Simpen aja. Enggak usah dibuang-buang ini. Itu s**u gue beli pake uang." Aku menatapnya dengan perasaan kesal. Boy berhenti tertawa. Tiba-tiba mencebikkan bibir, dan akhirnya .... "Huwaa!" Oh, Tuhan Yang Maha Esa. Lindungilah hamba-Mu ini dari godaan syaitan yang terkutuk. Akhirnya, aku simpan laptop dan buku. Memilih menjaga Boy lebih dulu sampai dia tidur. Kulirik jam dinding. Mana udah jam sepuluh lagi. Hadeu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN