"Ya, Salam. Boy!" Aku berlari secepat kilat, ketika melihatnya sedang menumpah-numpahkan s**u di atas buku. Jelas saja bayi itu terkejut. Seperti biasa, dia tidak menangis. Hanya berceloteh riang gembira, seolah tidak terjadi apa-apa. "Haduh, padahal cuma ditinggal kencing, doang." Aku meratap iba pada buku mata kuliah yang terkena cipratan air s**u. "Kalo udah kenyang, udah. Simpen aja. Enggak usah dibuang-buang ini. Itu s**u gue beli pake uang." Aku menatapnya dengan perasaan kesal. Boy berhenti tertawa. Tiba-tiba mencebikkan bibir, dan akhirnya .... "Huwaa!" Oh, Tuhan Yang Maha Esa. Lindungilah hamba-Mu ini dari godaan syaitan yang terkutuk. Akhirnya, aku simpan laptop dan buku. Memilih menjaga Boy lebih dulu sampai dia tidur. Kulirik jam dinding. Mana udah jam sepuluh lagi. Hadeu

