Hanin tersentak kaget di saat tangannya di genggam dengan lembut oleh seseorang detik ini. Pandangan Hanin yang menatap lurus kearah depan sana teralih, dan menatap pada orang yang saat ini sudah meremas lembut tangannya. "Deta. "Bisik Hanin pelan di angguki dengan gerakan kaku oleh Deta. Hanin menelan ludahnya kasar, dan susah payah melihat ekspresi wajah Deta saat ini untuk dirinya. "Deta...."Panggil Hanin, tapi tak di sahuti oleh Deta sedikitpun. Yang kini tatapannya tengah menatap lurus kearah depan sana. Dimana tempat yang menjadi objek tatapan Hanin sekian menit lamanya, membuat Hanin hampir menjatuhkan liurnya, iri, dan merasa sedikit sesak menatap 3 orang yang terlihat tertawa bahagia saat ini di depan sana. Siapa lagi kalau bukan Kamal, Anaknya Ke

