Happy reading kakak2. Deta dengan cepat bangkit dari dudukannya di saat kedua manik hitam pekatnya melihat jari jemari Hanin yang bergerak pelan saat ini. Tak hanya jari-jarinya saja, tapi kedua kelopak mata Hanin yang tertutup rapat juga ikut bergerak juga , pelan-pelan seperti ingin terbuka. Satu detik, dua detik, dan tiga detik Deta berhitung dalam dalam hatinya. Dan di detik ke lima, kedua mata Hanin akhirnya terbuka dengan sangat pelan, dan sedang menyesuaikan cahaya lampu yang terang yang menusuk matanya yang sudah terpejam sudah 3 jam lamanya. Iya, sudah 3 jam Hanin terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit. Insiden yang tidak di inginkan terjadi di rumah sakit jiwa di mana mamanya di rawat. Kepala Hanin bahkan harus mendapat 5 jahitan. Pipi sebelah kanannya lebam. Hanin di a

