63

2000 Kata

Hanin tersenyum lebar dengan kedua mata yang berkaca- kaca saat ini. Tangannya menggengam erat ponselnya, dan ponsel anaknya Angga di depan dadanya. Berhasil. Bukti kejahatan Selina yang ia kirim kemarin masuk ke dalam ponselnya, dan ponsel anaknya Angga. Untuk menyimpan barang bukti itu, Hanin bahkan sudah menyalin video itu ke dalam laptop, dan Hp yang lain lagi yang Hanin beli tadi malam. Agar barang bukti itu aman, supaya semua kejahatan Selina selama ini di pertanggung jawabakan oleh Selina. "Kamu harus masuk ke dalam penjara bahkan harus membusuk di sana atas kejahatan yang sudah kamu lakukan selama ini."Desis Hanin dengan raut wajah menahan rasa geram yang besar. Jelas pada Selina. Pada Selina yang Hanin anggap adalah sahabat terbaik yang mengertinya , y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN