62 30 detik keheningan tercipta di ruang tamu rumah Kamal yang besar, dan mewah. Selina? Wanita itu terlihat mengusap dagunya dengan senyum hangat yang di lempar pada seorang wanita yang menatapnya dengan tatapan datar saat ini di depannya, dengan jarak sekitar 1 meter. Siapa lagi orang itu, kalau bukan Hanin. Hanin yang saat ini berdiri dengan wajah datar, dengan kedua tangan di bawah sana masih setia menggengam dua amplop tersisa yang ada di tangannya. Satu amplop sudah jatuh dengan mengenaskan di atas lantai. "Kamu sangat tidak sopan. Masuk ke dalam rumah orang tanpa mengetuk pintu atau memencet bel terlebih dahulu."Ucap Selina dengan senyum ejeknya. Kedua kaki jenjangnya, melangkah dengan perlahan menuju Hanin yang saat ini membalas senyum ejek Selina dengan senyuman yang tak kala

