POV : Ema *** Suara tergesa seseorang mengetuk pintu dari luar terdengar. Aku yang masih membaca surat Yasin setelah salat Isya buru-buru keluar masih memakai mukena. "Papa?" Aku sedikit kaget melihatnya memapah Mas Danu. "Bantu papa membawanya masuk!" perintah Papa karena kepayahan memapah tubuh Mas Danu yang kekar. Aku langsung mengalungkan sebelah tangan pria itu ke leher, lalu menuntunnya masuk. Tanpa kuduga Papa mengarahkan Mas Danu ke kamarku. "Pa, kamar Mas Danu di atas," ucapku. "Ini kamar siapa?" tanya Papa masih terus berusaha membawa Mas Danu ke dalam. "Ini kamar, kamar ... kamar tamu, Pa," jawabku memberi alasan. "Susah mau menidurkannya di atas, biarlah dia tidur di sini dulu." Kami membaringkan tubuh Mas Danu yang tidak berdaya. Mulutnya bau minuman keras. S

