Suara erangan dan teriakan memenuhi ruangan keluarga itu malam ini. Keringat membanjiri wajah, cengkraman terasa sangat kuat membuat orang yang menjadi korban malam ini hampir menyerukan sumpah serapahnya. Matanya terasa sangat berat kini mengerjab perlahan kemudian terbuka dengan sempurna, lampu ruang keluarga yang masih menyala membuat Adnan bisa melihat secara langsung apa yang terjadi pada wanita yang tidur di sampingnya. Mata Adnan kini terbuka dengan sempurna melihat kondisi Aileena, wanita itu mengerang dan ekspresi wajahnya terlihat sangat ketakutan, keringat membanjiri wajahnya dengan bibir yang memucat serta cengraman tangannya pada kaus lusuh Adnan yang mengerat membuat baju Adnan sudah keriting seperti habis di kunyah sapi. “Ai…” Adnan menepuk pipi Aileena pelan b

