Seharusnya Adnan tidak harus segila ini hanya karena bertemu kembali dengan Nayara, gadis itu hanya tersenyum lembut padanya sambil bersandar di meja bar barista tepat saat makan siang. Kisa tidak kelihatan hilalnya karena sedang ada ujian semesteran. Adnan berusaha bersikap biasa saja melihat Nayara dengan senyum dan wangi yang semerbak namun dia justru gagal stay cool, Adnan merasakan jantungnya sedang disko dadakan dan keringat dinginnya mulai mengalir dan Adnan mendadak jadi kebelet pipis. “Nanti sore lo sibuk?” tanya Nayara yang membuat Adnan langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. Nayara terkekeh pelan melihat tingkah konyol Adnan yang tidak bisa di ragukan lagi. Tindakan refleks pria itu sedari dulu memang selalu berhasil mengundang tawa. “Temenin gue nant

