ADNAN DAN AILEENA | 25

2102 Kata

    Kegelapan menyambut Adnan saat mendorong pintu utama setelah sekian lama menikmati langit malam di teras rumah. Adnan berusaha keras mengumpulkan kepingan hatinya yang sudah berceceran di mana-mana. Adnan menarik kedua sudut bibirnya dengan keduanya tangannya untuk membentuk senyum sempurna.     “A…I…U…E…O…” ucap Adnan sambil mencari-cari kontak lampu. Pria itu mengatakan huruf vocal itu berkali-kali, menggerakkan kedua pipinya ke kanan dan ke kiri supaya tidak kaku seperti kanebo kering.     “AAAAAAAAAA.” Adnan berdiri di depan kaca wastafel kamar mandi yang ada di dekat dapur, daerah kekuasaanya.     “IIIIIIIIIIIIIIIII.” Adnan kembali melakukan hal yang sama, pria itu kemudian nyengir dan menepuk-nepuk pipinya beberapa kali.     “Ayo semangat Adnan lo nggak pantas sok galau dan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN