ADNAN DAN AILEENA | 24

1608 Kata

   “Loh Adnan?” suara itu membuat Adnan yang baru saja sampai di bandara Soekarno Hatta menoleh. Adnan sedang menunggu taksi yang entah kapan dia akan mendapatkan giliran.     “Nayara?” tanya Adnan. Gadis itu tersenyum lebar. Cantik. Satu kata yang selalu melekat pada Nayara Syakila. Orang yang pernah Adnan taksir setengah mampus tapi Adnan waktu itu memilih untuk mengaggumi saja tanpa berani bergerak lebih dekat karena Adnan sadar waktu itu dirinya siapa dan Nayara siapa.     “Masih ingat ternyata.” Nayara terkekeh pelan. dia berdiri di sebelah Adnan.     “Lo mau kemana?” tanya Nayara. Adnan nyengir.     “Mau baliklah gue, Nay. Lo sendiri mau kemana dan habis dari mana?” tanya Adnan.     “Mau balik juga dan habis dinas di Singapura,” jawab Nayara dengan santai. Hari memang belum terl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN