Malam itu mereka benar-benar menginap di Fairmont Hotel, Adnan bahkan tercengang-cengang ketika kakinya menginjak lobi Hotel mewah itu. Bahkan dia tidak tahu kapan Aileena memesan dan membayar satu kamar hotel itu ketika tiba-tiba Aileena sudah menariknya ke arah lift. “Seriusan kita nginep di sini?” tanya Adnan ketika lift itu bergerak naik. Mata Adnan semakin melotot ketika melihat lantai tujuan mereka, “lantai 21 bangat Ai?” Adnan kembali bertanya dengan ekspresi semakin syok mengingat dilantai itu ada kategori kamar Fairmont Gold dengan akses eksklusif ke Gold Lounge. Adnan hanya bisa menelan ludahnya bulat-bulat, dia tidak tahu berapa jumlah uang yang Aileena habiskan malam ini. “Iya.” Aileena menjawab dengan santai. Aileena jarang memiliki waktu luang untuk sed

