Hal yang tidak pernah terjadi selama dua tahun mereka menikah, pagi ini terjadi juga. Impian Adnan untuk menjadi imam Aileena kesampaian juga. Adnan hampir saja menjerit kegirangan ketika Aileena mencium tangannya untuk pertama kalinya. Mereka baru saja menyelesaikan shalat subuh berjamaah. “Kenapa nggak dari dulu sih, beb?!” seru Adnan. Dia baru saja melipat sarung dan sajadahnya. Aileena yang sudah kembali tiduran di sofa hanya melirik Adnan dengan sinis dan memilih kembali masuk ke alam mimpinya. “Nggak usah ngelunjak, Adnan!” seru Aileena ketika Adnan memeluknya layaknya guling, wanita itu memberontak namun pada akhirnya menyerah ketika kantuk mulai menyerangnya. “Kamu punya tempat impian yang paling ingin kamu kunjungi nggak?” tanya Adnan, dia mengurai pelukannya den

