“Tapi jangan harap aku akan menandatangi surat itu, aku nggak akan pernah membiarkan kamu pergi kemana-mana Ai, karena kamu itu milik aku.” Kalimat sialan Adnan sampai detik ini masih tergiang-ngiang di telinga Aileena, wanita itu mengulingkan tubuhnya di kasur, berulang kali kemudian Aileena memilih menyerah dan terduduk di kasur. Seharian penuh Aileena hanya asik berguling di kasurnya bahkan sampai matahari sudah tenggelam. Aileena memakai sendalnya kemudian melangkah keluar dari kamar dengan gontai. Aroma sedap yang Aileen yakini berasal dari dapur apartemennya menusuk-nusuk indra penciuman Aileena yang behasil membuat cacing-cacing Aileena berteriak kegirangan. Aileena lagi-lagi mendesah, sudah lama sejak terakhir kalinya Aileena memakan masakan rumah. Aileena berja

