Sedari pagi Adnan sudah sibuk di dapur, dia memasak bebagai macam hidangan untuk Aileena karena yang Adnan tahu, mood Aileena akan membaik jika Aileena makan banyak. Setelah menata semua masakannya di atas meja mulai dari sup ayam sampai dengan ayam serundeng, Adnan kembali melangkah ke dapur untuk membereskan sisa-sisa kekacauan yang tercipta. Baru saja ingin menyusul Aileena ke kamar langkah Adnan langsung terhenti ketika melihat seorang yang ingin dia bangunkan sudah menuruni tangga dengan langkah sempoyongan, rambut awut-awutan dan sebelah celana piyamanya terlipat hampir sampai lutut. Dua tahun hidup bersama Aileena, baru kali ini Adnan melihat Aileena seberantakan ini. “Pagi beb, yuk makan dulu,” sapa Adnan dengan senyum lebar, Aileena hanya melirik sebentar ke arah

