Kalisya menyambut Aileena dengan penuh antusias ketika Aileena menginjakkan kaki di ruangan wanita itu. Aileena seperti biasanya, menanggapi Kalisya seadanya, membalas pelukan Kalisya sebentar. “Lo kelihatan lebih baik sejak menghilang ke Bali selama sebulan, gue bilang juga apa, dokter sesungguhnya yang lo butuhkan adalah suami lo sendiri. Dapat ketenangan jiwa kan lo sekarang?” tanya Kalisya, dia membawa Aileena duduk di sofa yang ada di ruangannya. “Ngomong-ngomong gimana proses Adnan junior?” tanya Kalisya, dia menatap Aileena dengan senyum menggoda, Aileena memutar bola matanya jengah. “Jangan bilang lo masih mau menunda? Adnan pasti pengen bangat punya anak Lee,” ucap Kalisya. Aileena menyandarkan tubuhnya ke sofa, menatap Kalisya malas. Kepala Aileena beberapa har

