"Kamu tahu? Karena kamu, aku berubah jadi lebih cengeng." —atap sekolah, dengan mawar lusuh. NADINE'S POV "Ke kantin lu?" Aku mengerjap beberapa kali saat suara Kiya menyapaku. "Nggak, ah, males." Aku menatapnya sambil menggeleng lalu kembali menatap novel di meja. "Bener? Emang nggak laper?" tanya Kiya lagi. "Gue nggak enak," tuturku jujur. Aku begitu malas melihat tingkah siswa dan siswi lain yang membuatku ingin memuntahkan sarapanku. Aku benar-benar tidak ingin mereka menganggapku berbeda hanya karena status yang ada. Aku adalah murid yang sama seperti mereka. "Nggak enak apaan,csih? Orang ke kantin doang. Kalau lo cabut, baru ngerasa nggak enak, Bego." Kiya menatapku geram, seperti ingin sekali menarikku keluar dari kelas. "Gue nitip, ya?" "Ogah," tolak Kiya keras. "Lo harus

