"Apakah kepergian saya membuat kamu hancur? Apakah keputusan saya membuat kamu menyesal? Kenapa harus hancur dan menyesal? Sedangkan kamu yang memulai semuanya. Harusnya kamu tahu akibat perbuatanmu. Aku manusia, bukan mainan, Sayang." —Balkon kamar, pukul 23.45. NADINE'S POV Aku membuka pintu taksi dan langsung disambut oleh wajah kaget milik Bang Igo---orang yang setia menjaga keamanan rumah kami. Dia dengan cepat membuka pagar dan mengeluarkan kalimat yang membuatku harus menahan haru serta tawa. Dia membantuku menurunkan dua koper milikku. Aku ingat bahwa aku hanya membawa satu koper, dan sekarang, aku pulang dengan dua koper. Ya, koper yang satunya penuh dengan barang-barang yang kubeli di London. Setelah selesai, aku membayar taksi dan setelah itu berjalan ke rumah. Perasaanku cam

