Suaramu indah. Hanya saja, begitu menyakitkan saat aku harus mendengarnya. —Di dalam kelas, dengan alunan kalimatmu. NADINE'S POV Hari ini, aku kembali pada kebiasaanku menaiki bis. Saat turun pada halte dekat sekolah, aku melihat mobil Aldric melaju masuk ke sekolah. Itu pertanda bahwa dia tidak terlambat hari ini. "Pagi bidadari sekolah yang sempat hilang." Aku menoleh, terlihat Bang Ponik yang sedang tersenyum ceria ke arahku. "Siang cari gue, ya," ujarku dan Bang Ponik tampak mengangguk semangat sambil memberi ibu jarinya. Aku lalu melanjutkan langkah, berjalan melalui gedung kelas sepuluh, melewati setiap kelasnya. Beberapa dari mereka menyapa, dan aku dengan begitu baik menganggukkan kepala untuk membalas sapaan tersebut. Aku berbelok, berjalan di gedung kelas sebelas menuju ta

