"Hai semesta, masih adakah kesempatan kedua untukku?" —Di dalam bus, di bangku favoritku. NADINE'S POV "Emang ada niatan balik?"—"Diem, deh! Terus ngapain bilang bakal ngajakin gue traveling?!"—"Dasar ketek Patrick."—"Emang lagi dimana? Ikutan dong, kemarin disana nggak sempet nonton teaternya."—"Diem lo! Udah ah lagi belajar. Bye, Yo." Aku menghela napas setelah memutuskan panggilan bersama Mario. Lelaki itu tiba-tiba saja menghubungiku dengan alasan bahwa dia rindu tanah air. Walaupun bingung dengan alasannya, aku begitu senang dia menghubungiku. Lelaki itu cukup sibuk belakangan ini. Jangankan mendengar suaranya, mendapatkan balasan dari setiap chat saja harus menunggu waktu lama. Buku berserakan di sekitarku, belasan rumus yang telah kuhapal diluar kepala kembali aku tes bersama pu

