bab 34

4109 Kata

Tiap hari, selalu hampa yang kudapat. Karena disana, aku melihatmu. Tertawa begitu nyata bersama adikku, bersama kekasihmu tepatnya. —Tertanda, perempuan menyedihkan dengan baju adat Yogyakarta. NADINE'S POV "Sejak kapan jadian sama Aldric?" tanyaku saat menemukan Aqila di ruang keluarga sendirian, fokus menatap televisi. "Kenapa?" tanyanya balik dengan raut wajah polos seperti tidak terjadi apa-apa. "Kenapa diem-diem aja?" "Kak Azka nggak mau gue ngasih tau siapa-siapa." "Kalian beneran jadian?" "Ya masa pura-pura," jawab Aqila sambil berdiri, aku menatap kepergiannya menuju dapur. Karena masih penasaran, aku mengikuti langkahnya. "Kapan jadiannya?" "Kepo banget, sih." "Gue cuma pengen tau itu doang." "Nggak usah ikut campur urusan gue, Kak. Lo sendirikan yang nggak suka orang-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN