"Kamu lucu, dan aku benci." —Tertanda, perempuan lemah dengan sweater warna maroon. NADINE'S POV Aku menatap Cio meminta penjelasan lebih. Kekagetan yang aku yakin sekarang sedang menghias wajahku tentu saja membuat Cio kebingungan. Disamping itu, kenapa aku tidak mengetahui apa-apa? Kenapa aku menjadi pihak terbodoh disini? Sahabatku resmi berpacaran dengan adikku. Tidak sakit. Percayalah. Aku biasa saja. Sungguh. Damn it! Aku membenci fakta ini. "Lo harusnya liat Aqila ngepost sesuatu di akun ignya pagi ini." Aku mengernyit bingung. Ya, aku memang tidak mengecek apapun di akun i********: pagi ini. Memang apa yang dia post, hingga membuat satu sekolahan menjadikan mereka bahan perbincangan hangat. Aku merogoh saku rok dan mengambil ponsel dari sana. Dengan cepat membuka aplikasi i**

