"Terima kasih untuk kejutan indahmu." —Tertanda, sahabatmu. NADINE'S POV Penghujung bulan kini tiba, kegiatan seperti biasa yang dilakukan di rumah opa. Tapi ada sedikit perbedaan, karena tepat hari ini papa berulang tahun. Perutku semakin lapar memikirkan pasti bermacam-macam makanan disana. Aku turun ke bawah dengan kardus yang berisi kado kecil milik papa. Jika nanti papa bertanya apa yang aku bawa, aku akan menjawab bahwa ini sampah di kamar yang sudah lama tidak dibuang. Aku melihat mama dan Aqila yang benar-benar tampak sibuk. Papa tidak terlihat. "Itu apaan, Nad?" tanya mama sambil mengurus sesuatu. "Kado papa," jawabku pelan. "Oh iya! Kak tolongin ambil kado papa di kamar gue, ya, masukin ke kardus lo juga. Gue mau siapin kue papa dulu." Aku menatap Aqila sebentar lalu mengan

