"Mama, Nadine sayang mama." —Tertanda, putri sulungmu. NADINE'S POV Aku mengendarai mobil dengan tenang. Perasaan gugup sedikit membuatku labil. Akan kuteruskan atau berhenti pada rencana ini? Setelah meminjam ponsel mama dan mengirimkan pesan diam-diam pada Om Abram, dan hari ini di sinilah aku. Beruntung mama tidak bertanya aku menggunakan ponselnya untuk apa. Baju lengan panjang berwarna hitam dengan garis putih pada lengannya, jeans berwarna hitam, lalu sepatu berwarna putih. Terlihat suram bagi orang-orang mungkin, tapi aku menyukainya. Aku memberhentikan mobil pada parkiran di sebuah restoran mewah. Mengambil tas selempang berwarna hitam, lalu keluar dari mobil. Setelah memasuki restoran, aku memandang sekeliling. Pandanganku jatuh pada pria paruh baya yang duduk sambil menundu

