Hamil?

1508 Kata

Nadia tersenyum melihat Bard yang pulas dia atas kasur lantai milik nya. Ingatan nya kembali ke pagi tadi, saat Bard tiba tiba mengajak pergi ke pasar untuk membeli bunga dan mengajak Nadia untuk ke makam kedua orang tuanya. Pria itu meminta maaf karena sudah menyakiti nya, bahkan Bard menangis di depan makam kedua orang tuanya. Nadia mengelus rambut Bard. Ia juga tidak tau mengapa, ia tidak bisa marah pada Bard. Rasa kecewa nya bahkan mendadak hilang kala melihat wajah tampan nan tatapan teduh Bard untuk nya. "Mama!" Nadia langsung bangkit kala Marco berteriak. "Sssst, Papa sedang tidur Marco. Jangan teriak teriak. Ada apa sayang?" "Uang, ada es krim." "Berapa harga nya?" "Tidak tau. Sepertinya lima ribuan." Nadia menghela napas lalu mengeluarkan uang lima ribuan dari saku baju n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN