"Ashhh...sakit!" kesal Marco kala Bard melepas plester dengan kasar "Kenapa kau lemah sekali." ledek Bard. "Bard." Bard langsung diam kala Nadia menatap nya tajam. "Sudah mulai kering luka nya, tidak Mama kasih obat merah. Hanya Mama tutup " Marco mengangguk. Nadia kembali memplester luka di punggung Marco. Sedangkan Bard mengobati wajah Marco. "Ash!" "Kau!" Bard mengumpat kala Marco menendang kaki nya. "Sakit!" kesal Marco. "Kau berani menendang Papa mu?" "Ck! Ma, suruh dia pergi saja." kesal Marco. "Bard.." Bard mengerucut kan mulut nya. "Ah Papa diam saja lah!" kesal Marco. "Papa pelan pelan, kau saja yang cengeng." srek "SIALAN!" umpat Marco kala Bard menarik plester dengan sekali tarikan. "Bard!" kesal Nadia mencubit perut sang suami. "AW aww.. sakit Nad." eluh Bar

