David dan Marco saling bertatapan tajam satu sama lain. Membuat Lala yang berada di tengah tengah menatap bingung dua cowok berbadan L-Men itu. "Apa kalian akan terus bertatapan seperti itu sampai sekolah sepi?" kata Lala menginterupsi. "Jadi, Lala mau pulang bonceng siapa? David kan?" "Kau masih amatir, biar dia bersama ku." sahut Marco. "Sudah, aku akan naik taksi saja biar adil." "Ta--" "Hati hati di jalan, sampai ketemu besok." Lala melambai pada kedua nya. Gadis itu berlari menghampiri taksi yang sudah menunggu. "Ahh gara gara kau! Lala jadi naik taksi." kesal David. "Lebih baik dia naik taksi, daripada kau bonceng." sahut Marco lalu menaiki motor nya. "Kurang ajar, aku bisa membonceng." kesal David karena di remehkan. "Oh, aku ragu" balas Marco tak perduli. "Cepat naik k

