61

1379 Kata

Liana bertemu Cakra—Papanya—di hari matahari sedang terik-teriknya. Untuk makan siang dan membahas transfer saham yang pernah Cakra janjikan. Katanya itu memang bagian milik Liana—yang dulunya hak untuk Mamanya. Sampai detik ini Liana masih belum tahu perihal status Cakra dan Mamanya itu seperti apa? Apa mereka benar suami dan istri yang sah secara agama dan hukum atau sekadar ‘living together’ atau hanya karena wanita simpanan untuk Cakra melampiaskan kesenangannya semata. Cakra tidak pernah mau memberikan kejelasan secara gamblang. Membuat Liana terus bertanya-tanya dan penasaran. “Papa sudah lama?” tanya Liana begitu melihat Papanya sudah duduk di meja yang mereka pesan dengan segelas orange juice di hadapannya. “Maaf telat. Rapatnya molor dan kejebak macet.” “It’s okay.” Cakr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN