Karena memang belum mandi, Barella dan Ima memutuskan untuk bersih-bersih dulu. Toh ini masih terlalu sore untuk jam makan malam. Dan setelah Barella di tinggalkan oleh Ima yang menaiki lantai dua menuju kamarnya. Barella bawa Leora ke dalam kamarnya yang tak jauh dari dapur. “Senang ya di ajak Papi kerja?” Barella ajak Leora mengobrol meski bayi berkulit merah itu hanya diam dan menutup matanya. “Nyaman banget sama Papi sampai nggak nangis sama sekali.” “Kok belum mandi?” Barella melihat Sagi yang rebahan di kasurnya. Tidak melepas kemeja dan sepatunya masih membungkus kedua kakinya. “Papi jorok banget, sih!” “Teman kamu itu ...” di balas dengan ucapan lainnya. Barella tidak menggubris dan meletakkan Leora ke dalam box tidurnya di samping ranjang. “Kena mental banget kayaknya.” Na

