Jika kondisinya tak begitu serius, Torro bakal menganggap bahwa kejadiannya terkesan sedikit lucu. Bagai sedang main kucing-kucingan, Renata dan Puspa tergesa-gesa membawa koper-koper berat ke dalam bagasi mobil, sambil matanya melirik ke sana kemari mengantisipasi sesuatu yang tak ada dengan gelisah. Torro tahu bahwa mereka cemas jika Vincent datang, tapi jelas area jalanan kompleks sedang sepi. Keduanya juga mengalami kerepotan pada prosesnya, mengingat koper itu besar dan terisi penuh. Sebagai lelaki sejati, Torro sebenarnya hendak menawarkan diri biar dirinya saja yang mengangkut barang berat tersebut, tapi sekali lagi kondisinya sebagai hantu alias mahluk tak kasat mata membuatnya tak memungkinkan melakukan itu. Beberapa saat kemudian, mobil sudah melajukan bannya dengan mulus di a

