KRIEEEEETTT! Suara logam beradu terdengar begitu nyaring, berderit ngilu menegakkan bulu roma. Mischa si gadis kecil dan ibunya berteriak ketakutan, sementara Puspa beristigfar berkali-kali. Laju mobil terhuyung-huyung sesaat sebelum kembali terkendali. “Kita harus gimana?” tanya Puspa tegang, kesulitan untuk mengendalikan pergerakan kendaraan yang dikemudikannya. “Ngebut lebih cepet!” Renata menitahkan dengan panik, kemudian mengumpat-umpat mantan suaminya dengan suara tegang. Harus Torro akui, perempuan ini memiliki koleksi kata u*****n yang beragam. Di kursi belakang Mischa menitikkan air mata. “Papah kenapa, Mah?” Renata berbalik dan berusaha menenangkan anaknya, dan berjengit menyadari bahwa Mischa telah mendengar dengan jelas kata-kata kasarnya. Tak ada jawaban bagus untuk pert

