MAIN DI SOFA

1419 Kata

“Jangan kepikiran yang jorok-jorok! Aku masih nggak mau sama sekali disentuh oleh lelaki seperti kau! Tapi apa boleh buat, hanya ini yang ingin aku coba sekarang!” ujar Ratu bersemangat. Dia sudah bertelanjang kaki dan duduk di sofa, tempat tidur Sagara selama ini. “Cepetan, ih!” amuk Ratu ketika Sagara hanya berdiri bengong. “Kita? Kita mau ngapain?” tanya Sagara dengan suara bergetar. “Udah duduk! Jangan banyak bicara dan lepas celana panjangmu! Kamu masih memakai celana pendek, kan?” tanya Ratu. Sagara semakin menelan ludah. Dia mengangguk samar-samar. Sagara makin menebak-nebak. Sebenarnya apa yang merasuki Ratu sampai seperti ini. Dia menyuruh Sagara untuk tidak berpikir yang macam-macam. Apakah Ratu tidak tahu kalau lelaki itu cenderung berpikir ke ranjang lebih sering daripada p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN