DUA ORANG JAHAT

1023 Kata

Fritz meremas gawainya sampai hancur layarnya pecah. Giginya bergemeretak. Alisnya bertaut. Dia benar-benar sudah tak bisa menahan dirinya. Matanya yang biasanya menatap sesuatu dengan dingin, kini berubah menjadi membara. Ada dendam di sana. Sebuah dendam yang membuatnya tak bisa tidur ataupun makan. “Tuan?” panggil seorang bawahan Fritz. Segera saja sebuah peluru melesat. Peluru itu tepat melintas di samping telinga pelayan itu. “Jangan sekarang!” tukas Fritz seketika. Dia tak bergeming dari tempatnya. Bahkan dia menembakkan pelurunya itu dengan posisi menyamping. Hanya tangannya yang menjulur, memegang pistol. Seandainya dia benar-benar menghadap lawannya, pasti peluru itu sudah menghabisi bawahannya itu. Si pelayan Fritz pun jatuh terduduk. Dia tak bisa berkata apa-apa. Jantungnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN