OD | Prolog
Alena, gadis remaja yang berada di tingkat akhir sekolah menengahnya itu merasa was-was saat menyadari jika pintu kamar kos-nya tidak terkunci. Padahal dia ingat sekali sudah menguncinya sebelum dia pergi ke sekolah.
Dengan hati-hati dan penuh waspada dia masuk ke dalam kos-nya. Dia merasa lega saat tak menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Dengan gontai dia berjalan menuju kamarnya yang berukuran 3x4 meter itu. Alena lalu meletakkan asal tas sekolahnya ke lantai. Dia mulai melepaskan satu persatu kancing seragam sekolahnya untuk berganti baju.
Pluk
Seragam bermotif batik itu teronggok begitu saja di atas ranjangnya. Alena sedikit membungkuk saat melepaskan rok seragam yang panjangnya hanya sebatas setengah paha. Kini gadis itu hanya mengenakan pakaian dalamnya saja saat ini.
Ketika Alena ingin menggapai kaos yang tergantung di lemarinya, gadis itu merasakan lengan seseorang yang melingkar di perut datarnya.
Alena spontan menegang, dan dengan gerakan patah-patah dia menoleh ke arah samping.
"Kyaaaaa-umpphh... "
Teriakan Alena teredam oleh bungkaman bibir seorang pria dewasa yang menciumnya dengan menggebu. Gadis itu berusaha memberontak, namun tenaga yang dia miliki tak seberapa dibandingkan dengan pria itu.
Di sisi lain, pria dewasa yang belum diketahui namanya itu terus mencium bibir Alena hingga membengkak. Tak dihiraukan berontakan gadis itu yang memintanya untuk berhenti.
Plop
Hah.. Hah.. Hah..
Setelah hampir sepuluh menit, akhirnya pria itu melepaskan ciumannya. Meninggalkan bibir Alena yang telah membengkak.
"Welcome to my world, Baby." bisik pria itu pada Alena yang menatapnya dengan bersimbah air mata.
***