Alasan Kebencian

1593 Kata

“Udah lama ya, kita gak jalan bareng kayak gini,” ujar Sella lalu menyeruput jus melon yang ada di depannya. “Iya ya, gue kira dulu gue gak akan bisa ngumpul lagi sama kalian. Soalnya kalian asik banget sama teman baru kalian. Dan lebih percaya sama omongan orang baru daripada gue.” Qiana mengerucutkan bibirnya. “Ahh, maaf, Qia. Kan, udah lewat juga. Sekarang kita nikmatin aja masa-masa sekarang. Mulai sekarang kita berdua bakal ada buat lo. Apalagi kalau lo lagi banyak duit.” Winda nyengir. Qiana dan Sella tertawa. “Lo berdua morotin gue mulu! Palingan modusnya bilang gini, ‘pake dulu uang lo entar gue ganti’. Tapi sampe lebaran monyet pun gak akan pernah diganti,” kilah Qiana ketus. Winda dan Sella terbahak. “Bokap lo kaya ini. Uangnya gak akan abis cuma karena lo traktir permen kaki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN