I'm Yours

1802 Kata

Qiana dan Jordan berjalan bersisian di koridor sekolah. Sebenarnya Qiana sangat risih dipandangi oleh orang-orang karena Jordan menggenggam tangannya. Tapi cowok itu tampak tak peduli. “Lepasin ah, kayak mau nyeberang aja!” sungut Qiana lalu melepaskan tangan Jordan yang menggenggam erat tangannya. “Pegang tangan calon istri gak boleh?” tanya Jordan kesal. Qiana memutar bola matanya malas. “Calon istri? Lo pikir gue mau gitu dijodohin sama lo?” kilah Qiana cuek. Jordan bungkam. Benar juga, ya? Dia, kan, belum tahu cewek itu menyukainya juga atau tidak. Qiana tertawa dalam hati melihat wajah masam Jordan. Jelas-jelas dia hanya bergurau. Tapi Jordan terlalu serius menanggapinya. “Yaudah batalin aja. Kalau lo kepaksa buat apa?” ucap jordan ketus lalu membalikan badannya dan berjalan men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN