Cewek Itu Lagi

1833 Kata

Beban di bahu Qiana seakan merosot dan hilang. Sebagian dunianya telah kembali utuh. Ia dan para sahabatnya telah kembali seperti dulu. Perasaan senang tak pernah berhenti menghujam hatinya. Dan sepertinya juga ia akan mulai membuka hati karena ada orang yang akhir-akhir ini selalu membuat jantungnya berdetak aneh. Seperti yang ia rasakan dulu pada Rangga. Tapi haruskah pada orang itu? Qiana memasuki sekolahnya dengan ekspresi datar. Meskipun hatinya sudah membaik, akan aneh juga jika dia tebar senyum di sepanjang jalan. Jadi, tetap berekspresi datar adalah pilihan terbaik. “Pagi, Adek!” seru Jordan yang tiba-tiba datang dan berjalan di samping Qiana. Cewek itu hanya diam tanpa minat. Dasar Ketua OSIS tukang modus! Qiana berteriak kesal dalam hati. “Oh iya, nih.” Jordan menyodorkan uan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN